Gejala Rematik Artritis Rematoid dan Pengobatannya

Arthritis rematoid tergolong penyakit autoimun yang progresif dan sistemik karena bisa mmepengaruhi organ tubuh lain. “ Ketua Indonesian Rheumatology Association (IRA) Prof. Dr. dr. Handono Kalim, SpPD KR dalam seminar media tentang arhritis rematoid. Pada arthritis rematoid dokter spesialis penyakit dalam ini menjelaskan gejala seperti mengalami peradangan, merah dan rasa nyeri dari sendi tangan dan kaki, disertai dengan gejala-gejala sistemik seperti kelelahan, anemia, depresi.

artritis-rematoidPeradangan ini menyebabkan nyeri sendi, kekakuan dan pembengkakan yang menyebabkan hilangnya fungsi sendi karena kerusakannya tulang dan tulang rawan yang berujung pada kecacatan progresif. Prof. Handono menuturkan, seringkali meraka tidak mengetahui penyakitnya. Umumnya, pasien menganggap sebagai radang sendi biasa, atau dikira penyakit rematik biasa-jenis penyakit rematik banyak ragamnya, arthritis rematoid merupakan jenis penyaki rematik yang “unggul” dan berbahaya. Keterlambatan juga disebabkan karena pasien tak mendapat diagnosis yang tepat. Meski belum ada angka spesifiknya, namun menurut Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Ekowati Rahajeng, diperkirakan 30% masyaraka mengidap penyakit ini.

“Dari jumlah itu hanya 14% yang didiagnosis mengidap penyakit arthritis rematoid. Ini disebabkan oleh banyak orang menganggap arthritis rematoid sebagai nyeri sendi biasa, sehingga mereka tidak mencari pengobatan yang tepat.

Dampak Arthritis Rematoid

Penyakit ini baiknya tidak dibiarkan, karena akan merusak sendi yang menimbulkan nyeri hebat. Ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga tidak lagi mampu melakukan pekerjaannya.

Jika dibiarkan tentu saja bisa mempengaruhi kondisi psikologis. Perasaan stress dan depresi dapat muncul, pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hidup. Keluarga penderita juga terkena imbas, hidup penderita bergantung pada keluarga, termasuk biaya pengobatan.

Dengan demikian dalam mengobati penyakit ini, tidak hanya dari segi fisik, melainkan juga harus memperhatikan segi psikologis, sosial dan tentu saja faktor keuangan.

Penanaganan Arthritis Rematoid

Menurut Prof. Handono, anemia dan penyakit jantung adalah dua diantara komplikasi sistemik yang umum mempengaruhi penderita arthritis rematoid. “ 30%  pasien penyakit arthritis rematoid menderita anemia yang dapat mengalami kelelahan dan fatigue. Selain kekakuan sepanjang hari dan rasa sakit, kelelahan sehari-hari adalah masalah yang paling umum terjadi pada penderita penyakit arthritis rematoid.

Untuk mengatasi arthritis rematoid, ada beberapa jenis obat yang diberikan. Beberapa hanya menangani tanda dan gejalanya yang lain bertujuan unutk memodifikasi perjalanan penyakit dan dampak negati dari efek sistemik arthritis rematoid, seperti kelelahan dan anemia. Pengobatan saat ini antara lain :

1. Obat biologis

Ini adalah obat rekayas genetika yang mentargetkan penanda permukaan sel tertentu atau substansi di pengantar sistem kekebalan tubuh yang disebut sitokin yag diproduksi sel untuk mengatur sel-sel lain selama respon inflamasi. Contoh sitokin spesifik yang menjadi target obat biologis adalah IL-6

2. Desease Modifying Anti Drug (DMARDs)

Ini adalah obat imunosupresif tidak spesifik yang dimaksudkan unutk memerangi tanda-tanda dan gejala arthritis rematoid dan memperlambat kerusakan sendi yang progresif. Pengobatan ini sering digunakan dalam kombinasi satu sama lain atau dalam kombinasi dengan agen biologi untuk meningkatkan respon pasien.

3. Kortikosteroid

Ini adalah obat anti inflamasi yang berhubungan dengan cortisolsteroid yang diproduksi secara alami di dalam tubuh yang bekerja untuk memerangi peradangan. Namun, efek samping penggunaan glukokortikoid yang meliputi hiperglikemia, osteoporosis, hipertensi, berat badan, katarak, masalah tidur, kehilangan otot, dan kerentanan terhadap infeksi, membatasi penggunaannya.

4. Obat anti-inflamasi anti steroid (NSAID)

Ini mengelola tanda-tanda dan gejala arthritis rematoid, seperti mengurangi rasa sakit, bengkak, dan peradangan tetapi tidak mengubah perjalanan perburukan penyakit atau memperlambat perkembangan dari kerusakan sendi.

 

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Rematik Dan Asam Urat

Gejala rematik dan asam urat dapat diatasi sejak awal, ketika gejala baru terasa. Setiap orang dapat dengan mudah mendeteksi gejala tersebut. Gejala yang umum terasa adalah nyeri di persendian baik akibat trauma maupun bukan, kaki menjadi sangat sakit terkilir, bahkan mudah nyeri dan panas. Tindakan awal yang dapat dilakukan secara tepat dan tepat adalah mengompres bagian tubuh yang sakit dengan air es.

Biasanya, gejala rematik dan asam urat adalah nyeri dan kaku s endi munvul pada pagi hari ketika bangun tidur atau awal beristirahat. Rasa sakit akan berkurang jika bagian yang kaku tersebut digerak-gerakkan. Rasa sakit ini sebenarnya disebabkan adanya desakan suatu cairan di sekitar jaringan yang meradang, seperti kapsul sendi, sinovia, dan bursa. Tindakan awal untuk mengatasinyaadalah mengompres bagian yang sakit dengan jahe merah hangat. Selain itu, bisa juga melakukan gerakan-gerakan tertentu, seperti menggoyangkan-goyangkan badan atau bagian tubuh yang sakit. Cara ini terbukti mampu mengurangi rasa sakit di persendian.

rematik

Khusus untuk rematik dan asam urat tinggi dapat dilakukan dengan tindakan preventif melalui pencernaan makan yang baik. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung purin yang rendah. Alasannya, purin yang berlebih dapat memacu terbentuknya asam urat yang berlebih. Selain itu, penderita asam urat dianjurkan untuk melakukan olahraga secara teratur dan menerapkan pola hidup yang teratur. Ketiga tindakan ini terbukti sebagai cara terbaik untuk mengatasi bahkan menghindari serangan asam urat tinggi.

Secara umum, rematik dan asam urat dapat diatasi dengan lima jenis obat kimia. Setiap obat memiliki fungsi sebagai berikut :

  1. Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) berfungsi untuk mengatasi nyeri sendi akibat proses peradangan.
  2. Obat kortikosteroid berfungsi sebagai antiradang dan menekan reaksi imun. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau suntikan dibagian sendi yang sakit.
  3. Obat pengubah perjalanan penyakit artritis reumatoid yang harus diberikan sesegara mungkin setelah seseorang divonis menderita rematik. Biasanya obat ini dapat diberikan secara tunggal atau dikombinasikan dengan obat jenis lain.
  4. Obat imunorepresif berfungsi untuk menekan reaksi imun. Obat ini jarang digunakan karena efek sampingnya cukup berat yaitu dapat menimbulkan penyakit kanker dan bersifat racun bagi ginjal dan hati.
  5. Suplemen antioksidan yang diperoleh dari asupan vitamin dan mineral yang berkhasiat untuk mengobati rematik. Asupan vitamin dan mineral yang berkhasiat untuk mengobati rematik. Asupan vitamin dan mineral dapat diperoleh dengan mengonsumsi buah atau sayuran segar yang berwarna hijau atau orange, seperti wortel.
Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Rematik Jantung

Penyakit pada jantung yang dibahas di sini hanya dua macam penyakit, yaitu (1) penyakit jantung rematik dan (2) angina pectoris ialah nyeri yang menekan di sekitar jantung dan di bawah tulang dada di mana rasa nyeri tersebut dapat meluas sampai ke pundak dan lengan kiri.

Gejala utama penyakit jantung rematik ialah terjadinya debar jantung (palpitation), kecemasan (anxiety) dan sesak napas (dyspnea). Pada saat penyakit ini muncul akan mempengaruhi pula fungsi organ-rogan dalam yang lain.

Gambar 1: Penyakit rematik jantung

Angina pectoris disebabkan gangguan terhadap nadi jantung, dinding jantung, atau katup aorta jantung. Orang yang mengalami penyakit ini merasa takut dan resah seolah-olah ajal sudah dekat, wajah menjadi merah padam, denyut nadi menjadi cepat, dan tekanan darah pun naik.

Meskipun gejala yang muncul pada kedua penyakit jantung tersebut berbeda, titik-titik manpaun metode dalam menangani penyakit keduanya sama maka penanganannya pun sama.

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Rematik

Setiap orang dapat dengan mudah mendeteksi gejala rematik, dari nyeri di persendian akibat trauma atau bukan, kaki menjadi sakit jika terkilir, bahkan mudah nyeri dan panas. Tindakan paling pertama yang dapat dilakukan jika muncul gejala seperti ini adalah mengompres bagian tubuh yang sakit menggunakan es. Jika saat bangun tidur pada pagi hari gejala tersebut baru muncul, tindakan paling awal yang bisa dilakukan adalah mengompres bagian yang sakit dengan jahe hangat atau minyak gosok. Bisa pula cukup dengan melakukan gerakan-gerakan tertentu, seperti menggoyang-goyangkan badan atau bagian tubuh yang sakit tersebut.

Lain hal nya dengan rematik karena peningkatan kadar asam urat dalam darah (penyakit asam urat), tindakan paling awal yang wajib dilakukan adalah melakukan perencanaan makan yang baik, yakni makanan yang dikonsumsi harus rendah purin. Selain itu, mengupayakan untuk selalu berolahraga dan menerapkan pola hidup yang teratur.

Terapi medis untuk mengatasi penyakit rematik dan asam urat biasanya menggunakan lima jenis obat yang masing-masing memiliki fungsi berbeda :

1. Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) yang berfungsi untuk mengatasi nyeri sendi akibat proses peradangan

2. Obat kortikosteroid yang berfungsi sebagai antiradang dan menekan reaksi imun. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau disuntikkan di bagian sendi yang sakit

3. Obat pengubah perjalanan penyakit artritis reumatoid yang harus diberikan sesegera mungkin setelah seseorang divonis menderita rematik. Biasanya obat ini diberikan secara tunggal atau bisa juga dikombinasikan dengan jenis obat-obatan lainnya

4. Obat imunorepresif yang berfungsi menekan reaksi imun. Obat jenis ini jarang digunakan karena efek sampingnya yang cukup berat, yakni bisa menimbulkan penyakit kanker dan bersifat racun bagi ginjal dan hati

5. Suplemen antioksidan yang diperoleh dari asupan vitamin dan mineral yang berkhasiat untuk mengobati rematik. Bisa diperoleh dengan mengonsumsi buah atau sayuran segar berwarna hijau atau oranye.

Selain dengan obat-obatan tersebut, terapi medis untuk mengatasi rematik dan asam urat bisa juga melalui program rehabilitasi yang berfungsi mengembalikan kemampuan penderita seperti semula, sehingga bisa menjalankan kehidupan sehari-harinya dengan lancar

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tanda Dan Gejala Rematik

Rematik sering disebut dengan rheumatismos, rheumatism, reumatik, atau rematik, yang secara sederhana bisa diartikan sebagai kondisi kerusakan sendi akibat tidak lancarnya proses perbaikan secara terus-menerus dalam sendi tersebut. Keadaan tersebut akan semakin parah dengan hadirnya cairan yang dianggap jahat (mukus) yang mengalir dari otak sendi dan struktur lain di dalam tubuh. Karenanya, para ahli kedokteran memasukkan penyakit ini dalam kelompok penyakit pada sendi atau reumatologi. Dalam istilah kedokteran, rematik lebih sering disebut dengan keadaan yang selain disertai rasa nyeri dan kaku pada sistem tulang otot (muskuloskeletal) dan terjadi nya penyakit pada jaringan ikat (connective tisue). Bisa juga dikatakan sebagai penyakit yang menyerang sendi, otot, dan jaringan tubuh.

Gejala penyakit ini tidak hanya satu macam, tetapi bisa bermacam-macam, di antaranya :

- Nyeri sendi akibat mekanis, inflamasi, dan peradangan
- Kaku pada sendi akibat desakan suatu cairan di sekitar jaringan tubuh yang sedang mengalami peradangan
- Bengkak pada sendi yang sering ditandai dengan memerahnya kulit
- Gangguan fungsi sendi akibat sendi yang meradang
- Sendi tidak stabil karena trauma atau radang di bagian ligamen atau kapsul sendi
- Sendi berbunyi saat digerakkan
- Pengecilan otot atau atrofi yang pada akhirnya bisa menyebabkan fungsi sendi terganggu.
- Timbulnya tofi atau benjolan kecil di jaringan bawah kulit
- Perubahan fisik di bagian jari dan kuku
- Kelainan di bagian selaput lendir
- Fungsi penglihatan terganggu
- Mudah menangis
- Susah buang air besar
- Murung
- Gerakan tubuhnya menjadi lamban
- Aktivitas seksual suami-istri yang terganggu.

Mendiagnosis gejala tersebut secara mendalam bisa dilakukan dengan cara memeriksa dan meneliti fisik orang yang diduga menderita, yakni dengan memeriksa :

- Kulit dan kuku
- Tulang punggug dan lengkungan-lengkungan
- Gerakan setiap persendian
- Bagian siku, punggung tangan, tumit belakang, dan bagian sacrum (tulang duduk) tubuh

Agar lebih pasti, jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut segeralah memeriksakan tubuh ke laboratorium. Di tempat ini biasanya akan dilakukan analisis faktor reumatoid, antibodi antinuklear (ANA), dan asam urat rendah. Saat ini, selain dari kepastian laboratorium, kedokteran juga telah menemukan cara anallisis baru untuk mendeteksi penyakit rematik, yaitu melalui diagnosis radiologik dan cairan sendi dengan alat yang serba canggih.

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Rematik

Rematik adalah penyakit yang sudah sangat familiar di telinga kita. Banyak orang pernah mengeluhkan tentang penyakit yang biasanya diawali dengan gejala sakit pada bagian persendian, tetapi tidak cukup mengetahui bahwa rematik bisa membuat kecacatan (morbiditas), ketidakmampuan (disabilitas), menurunkan kualitas hidup, dan meningkatan beban ekonomi penderita maupun keluarga.

Tulang pada tubuh manusia dilindungi oleh tulang rawan yang berfungsi untuk menjaga agar tidak terjadi gesekan antartulang, misalnya saat kita berjalan, berjongkok, dan melompat, tulang rawan beserta cairan sendi akan meredam benturan antartulang. Struktur sendi terdiri dari tulang rawan, cangkang sendi, dan jaringan sekitar sendi. Jika tulang rawan mengalami gangguan, maka akan timbul keluhan pada sendi-sendi yang berperan pada aktivitas tersebut. Sendi berfungsi melindungi ujung tulang dari kerusakan dan kehausan, menahan beban, dan meredam kejutan pada saat ada gerakan berulang.

Tempat-Tempat Rematik

Rematik adalah istilah umum yang digunakan dokter atau orang awam untuk menyatakan nyeri dan kekakuan pada sendi, otot, tulang, dan jaringan ikat di sekitar organ-organ tersebut. Jenisnya mencapai ratusan. Namun dari jumlah sebanyak itu yang paling umum adalah osteoartritis, yaitu penyakit sendi degeneratif yang dapat mengakibatkan tulang rawan sendi rusak dan berkembang lambat. Rematik untuk semua gangguan sendi dan otot sebenarnya adalah penyederhanaan. Penyakit rematik ini tidak saja diderita oleh orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan, tetapi juga di pedesaan. Penderitanya pun tidak pandang usia. Jadi jangan keliru kalau rematik hanya milik mereka yang bertubuh renta. Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai keluhan nyeri bahkan pembengkakan pada satu atau beberapa sendi tubuh, sampai menghalangi aktivitas.

Kebanyakan penderita rematik lebih menyukai suhu yang hangat daripada dingin. Cuaca lembab dan dingin, dianggap sebagai pemicu atau memperburuk serangan. Mungkin ini karena udara dingin membuat perasaan penderita tertekan, dan toleransi terhadap nyeri lebih sedikit dibandingkan dengan waktu cuaca cerah.

Rematik dapat juga diakibatkan oleh penyakit diabetes, asam urat tinggi, dan infeksi sendi. Namun tidak semua rematik disebabkan oleh asam urat, dan tidak semua asam urat menyebabkan rematik. Pengobatan rematik secara umum ditujukan untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri, gejala peradangan (inflamasi), mencegah terjadinya perubahan bentuk (deformitas), dan memelihara fungsi persendian agar tetap dalam keadaan baik. Asam urat sebenarnya adalah produk akhir dari penghancuran purin (salah satu unsur protein) yaitu nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Purin bisa berasal dari makanan yang kita konsumsi. Namun tidak semua makanan diperlukan tubuh seperti purin yang ada di dalam makanan.

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment