Penyakit Rematik

Rematik adalah penyakit yang sudah sangat familiar di telinga kita. Banyak orang pernah mengeluhkan tentang penyakit yang biasanya diawali dengan gejala sakit pada bagian persendian, tetapi tidak cukup mengetahui bahwa rematik bisa membuat kecacatan (morbiditas), ketidakmampuan (disabilitas), menurunkan kualitas hidup, dan meningkatan beban ekonomi penderita maupun keluarga.

Tulang pada tubuh manusia dilindungi oleh tulang rawan yang berfungsi untuk menjaga agar tidak terjadi gesekan antartulang, misalnya saat kita berjalan, berjongkok, dan melompat, tulang rawan beserta cairan sendi akan meredam benturan antartulang. Struktur sendi terdiri dari tulang rawan, cangkang sendi, dan jaringan sekitar sendi. Jika tulang rawan mengalami gangguan, maka akan timbul keluhan pada sendi-sendi yang berperan pada aktivitas tersebut. Sendi berfungsi melindungi ujung tulang dari kerusakan dan kehausan, menahan beban, dan meredam kejutan pada saat ada gerakan berulang.

Tempat-Tempat Rematik

Rematik adalah istilah umum yang digunakan dokter atau orang awam untuk menyatakan nyeri dan kekakuan pada sendi, otot, tulang, dan jaringan ikat di sekitar organ-organ tersebut. Jenisnya mencapai ratusan. Namun dari jumlah sebanyak itu yang paling umum adalah osteoartritis, yaitu penyakit sendi degeneratif yang dapat mengakibatkan tulang rawan sendi rusak dan berkembang lambat. Rematik untuk semua gangguan sendi dan otot sebenarnya adalah penyederhanaan. Penyakit rematik ini tidak saja diderita oleh orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan, tetapi juga di pedesaan. Penderitanya pun tidak pandang usia. Jadi jangan keliru kalau rematik hanya milik mereka yang bertubuh renta. Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai keluhan nyeri bahkan pembengkakan pada satu atau beberapa sendi tubuh, sampai menghalangi aktivitas.

Kebanyakan penderita rematik lebih menyukai suhu yang hangat daripada dingin. Cuaca lembab dan dingin, dianggap sebagai pemicu atau memperburuk serangan. Mungkin ini karena udara dingin membuat perasaan penderita tertekan, dan toleransi terhadap nyeri lebih sedikit dibandingkan dengan waktu cuaca cerah.

Rematik dapat juga diakibatkan oleh penyakit diabetes, asam urat tinggi, dan infeksi sendi. Namun tidak semua rematik disebabkan oleh asam urat, dan tidak semua asam urat menyebabkan rematik. Pengobatan rematik secara umum ditujukan untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri, gejala peradangan (inflamasi), mencegah terjadinya perubahan bentuk (deformitas), dan memelihara fungsi persendian agar tetap dalam keadaan baik. Asam urat sebenarnya adalah produk akhir dari penghancuran purin (salah satu unsur protein) yaitu nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Purin bisa berasal dari makanan yang kita konsumsi. Namun tidak semua makanan diperlukan tubuh seperti purin yang ada di dalam makanan.

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Penyakit Rematik

Gejala Rematik atau Encok

Gejala Rematik atau EncokPenyakit rematik merupakan penyakit yang bisa menyebabkan munculnya rasa sakit karena otot atau sendi yang meradang dan juga mengalami pembengkakan. Rematik sendiri terbagi menjadi beberapa jenis dan bisa menyerang bagian sendi mana saja pada tubuh kita. Ada 100 jenis penyakit rematik, namun hanya ada beberapa jenis yang umum terjadi dan dikenal oleh masyarakat.

Gejala Rematik atau Encok

Rematik atau nyeri sendi atau encok biasanya ditandai dengan adanya rasa sakit, sendi pada kaku, rasa panas, kemerahan dibagian yang diserang, dan pembengkakan. Encok atau rematik adalah penumpukan dari kristal asam urat yang terjadi didalam jaringan ikat, yakni diantara ruang dua tulang atau juga didalam tulang tersebut. Penumpukan kristal yang terjadi ini pada akhirnya akan menyebabkan radang arthritis yang bisa memicu munculnya gejala rematik atau encok.

Asam urat yang mengalami penumpukan adalah suatu zat yang diproduksi dari hasil pemecahan purin. Dan zat ini adalah bagian dari semua jaringan pada tubuh manusia serta banyak ditemukan pada berbagai jenis makanan yang biasa kita makan. Seharusnya asam urat ini bisa larut didalam darah dan kemudian melalui ginjal hingga akan dikeluarkan lewat urine. Namun jika produksi dari asam urat mengalami peningkatan, dan ginjal pun tidak cukup kuat untuk bisa mengeluarkan asam urat, maka pada akhirnya kondisi ini bisa memicu dari terjadinya peningkatan asam urat tinggi yang terjadi didalam darah.

Gejala Rematik atau Encok

Gejala Rematik atau Encok

Dibawah ini adalah faktor penyebab gejala rematik atau encok adalah :

  1. Obesitas atau kelebihan berat badan karena jaringan yang lebih banyak dipecah atau juga berganti sehingga produksi asam urat pun meningkat.
  2. Minum alkohol yang terlalu banyak, hal ini akan membuat perjalanan dari asam urat menjadi keluar lewat tubuh.
  3. Gangguan di salah satu enzim yang bisa membantu pemecahan dari senya purin sehingga menyebabkan encok atau rematik jika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung purin didalamnya.
  4. Minum obat-obatan yang mengandung salisilat, cyclosporine, levodopa, dan juga obat diuretik.
  5. Faktor keturunan yang kemungkinan bisa memberikan peranan, walaupun andilnya tidak terlalu besar. karena diperkirakan, sektar 18 persen dari mereka yang mengalami rematik atau encok biasanya mempunyai riwayat kesehatan penyakiti ini.

Dibawah ini adalah gejala rematik atau encok :

  1. Cedera
    kebanyakan orang menganggap cedera misalnya terkilir bukanlah suatu hal yang serius. Bisa jadi, ini adalah salah satu gejala rematik atau encok. Kondisi seperti ini biasanya lebih sering terjadi pada usia muda.
  2. Kesemutan
    Gejala rematik atau encok yang selanjutnya adalah kesemutan yang biasanya menyerang bagian pergelangan kaki serta tangan. munculnya sensasi mati rasa dibagian tangan dan kaki biasanya terjadi akibat adanya pembengkakan di lengan. Dan rasa nyeri pun akan semakin memburuk jika malam hari datang, sebaiknya Anda melakukan pengompresan pada daerah tangan di kaki yang mengalami cedera.
  3. Masalah pada kaki
    Radang yang terjadi sebagai salah satu gejala rematik atau encok pada bagian kaki depan. Dan biasanya wanita yang terbiasa menggunakan high heels sering mengeluhkan rasa sakit akibat penekanan kaki bagian depan. Dari beberapa penderita penyakit rematik, mereka juga akan merasakan sakit dibagian tumit karena plantar fascitis yakni adalah suatu gangguan kaki yang umum yang penyebabnya adalah karena pembengkakan di jaringan bagian bawah kaki didekat tumit.
  4. Masalah pada mata
    Gejala rematik dan encok yang selanjutnya adalah masalah pada mata, mengalami sindrom sjogrens yakni adalah suatu gangguan pada autoimun yang bisa mengakibatkan kekeringan didaerah mata, hidung, mulut, tenggorokan, dan juga kulit. Dan hal ini dikarenakan terjadinya peradangan.
  5. Pegal dibagian sendi
    Sebagai salah satu gejala rematik atau encok yang dominan dari kasus penyakit rematik rasa sakit yang muncul dibagian sendi adalah umum terjadi. Bukan sedikit orang yang berpikir bahwa rasa sakit ini muncul akibat mengalami kelelahan atau karena osteoarthritis atau pengeroposan tulang. Nyeri sendi yang baisanya terjadi lebih dari 7 hari dan hal ini pun juga bisa menyebabkan tangan, kaki, lutut merasakan nyeri di waktu yang bersamaan pula.
  6. Kaku di pagi hari
    Gejala rematik atau encok yang lainnya adalah rasa kaku pada bagian sendi yang diserang yang biasanya terjadi di pagi hari. Hal ini dianggap sebagai suatu kondisi umum bagi penderita nyeri sendi atau rematik. Yang bisa beresiko mengakibatkan rasa sakit setelah melakukan aktivitas seharian, misalnya seperti tidur.
  7. Sendi terkunci
    Mereka yang mengalami penyakit rematik biasanya akan merasakan gejala sendi seperti terkunci, apalagi dibagian lutut dan siku. Hal ini disebabkan akibat dari pembengkakan tendon pada daerah sekitar sendi, sehingga sendi tidak dapat menekuk. Dan hal ini pun akan beresiko mengakibatkan penyakit kista pada bagian belakang lutut yang pada akhirnya akan membengkak, dan menyebabkan gerakan menjadi terhambat.
  8. Nodul
    Nodul atau adanya benjolan yang muncul dibagian kulit dekat pada daerah sendi yang diserang rematik, dan biasanya juga muncul pada belakang siku.

Itulah informasi mengenai gejala rematik atau encok, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

Gejala Rematik atau Encok

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Rematik di Usia Muda

Gejala Rematik di Usia Muda – Usia muda bukanlah suatu halangan gejala rematik datang. Rematik adalah salah satu penyakit sendi yang ternyata bisa menyerang usia muda. Apa yang menyebabkan usia muda mengalami serangan rematik? Banyak hal yang bisa menjadi pemicu dari resiko gejala rematik di usia muda. Misalnya adalah seperti pola hidup, pola makan, serta penggunaan obat-obatan yang sering sering diminum dan kita tidak mengetahui efek sampingnya. Penyakit rematik bisa menyerang usia berapa saja, dan bisa menyerang siapa saja. Dan jika penyakit rematik sudah kronis, maka akan membuat penderitanya mengalami kesulitan untuk bergerak serta akan mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Rematik merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan munculnya rasa nyeri serta ngilu di bagian sendi yang penyebabnya adalah akibat infeksi serta radang di sendi tulang. Dan beberapa bagian yang sering diserang adalah sendi kaki, punggung, pinggang, dan juga leher serta tangan. Penyakit rematik di zaman dahulu dianggap sebagai penyakit usia tua. Tetapi, saat ini bisa menyerang usia remaja. Dan penyaki rematiik dianggap sebagai lupus eritomatosus yang biasanya menyerang usia 20-50 tahun apalagi lebih banyak menyerang wanita.

Gejala Rematik di Usia Muda

Gejala Rematik di Usia muda biasanya adalah :

  1. Munculnya rasa nyeri dibagian sendi. Gejala Penyakit Jantung yang satu ini adalah gejala yang paling sering dialami. Penyebabnya bisa dikarenakan banyak hal.
  2. Anggota gerak yang diserang biasanya menjadi kaku dan juga sulit untuk digerakkan. Gejala rematik di usia muda yang satu ini biasanya membuat kita mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas garian.
  3. Pembengkakan di sendi akibat radang, gejala rematik di usia muda yang satu ini muncul karena radang yang menimbulkan kemerahan di kulit dan terasa nyeri saat dipegang.
  4. Kemerahan di kulit yang diserang, sebagai bentuk dari gejala rematik di usia muda yang membuat kulit menjadi berwarna kemerahan karena meradang.
Gejala Rematik di Usia Muda

Gejala Rematik di Usia Muda

Gejala rematik di usia muda tidak begitu saja muncul, banyak faktor pemicu dan penyebab gejala rematik di usia muda bisa muncul. Diantaranya adalah :

  1. Sistem daya tahan tubuh yang kacau
    Gangguan pada sistem daya tahan tubuh atau imun yang bisa menyerang sendi yang banyak dialami oleh mereka yang berusia muda. Dan dimana sistem kekebalan ini akan balik menyerang bagian sendi yang bisa menyebabkan tulang rawan pada daerah sendi menjadi semakin tipis.
  2. Pola hidup yang buruk
    Penyebab dari gejala rematik di usia muda bisa diakibatkan karena pola hidup yang buruk. Dari beberapa kebiasaan hidup yang menjadi pemicu munculnya rematik adalah bekerja pada lingkungan yang lembab, memaksa diri menggunakan pakaian yang basah karena keringat dan juga akibat kehujanan. Dan jika kebiasaan seperti ini masih dilakukan dengan sering, maka akan menjadi pemicu terjadinya angin atau udara dingin masuk ke dalam tubuh sehingga akan membuat energi didalam tubuh menjadi tersumbat.
  3. Mengonsumsi kalsium yang tidak mencukupi
    Di usia muda, sebenarnya tulang sangat memerlukan asupan kalsium agar bisa menguatkan sendi dan juga tulang itu sendiri. Dan jika kita mengalami kekurangan asupan kalsium, maka salah satu pemicu dari kerusakan jaringan tulang serta sendi adalah akibat gangguan yang bisa menimbulkan pengeroposan tulang sampai menimbulkan rasa nyeri.

Dibawah ini adalah obat rematik alami yang terbuat dari bahan-bahan herbal pilihan adalah :

  1. Daun sirsak
    Kandungan yang terkandung didalam daun sirsak adalah vitamin A dan C yang tinggi sehingga akan membantu meredakan nyeri sendi. Caranya adalah ambillah daun sirsak yang masih muda 5 lembar, dan setelah itu rebus dengan air yang bersih sampai mendidih, kemudian minumlah ramuan ini jika sudah dingin. Cara ini dilakukan dengan teratur setiap hari sampai gejala rematik di usia muda mereda.
  2. Jahe
    Obat rematik alami selanjutnya adalah jahe. Jahe merupakan rempah-rempahan asli Indonesia yang dapat membantu meredakan nyeri sendi. Karena kegunaannya yang bisa membantu melancarkan sistem pernapasan serta sistem pencernaan. Dan obat rematik yang satu ini bisa membantu melancarkan sistem pernapasan serta untuk membantu melancarkan sistem pencernaan. Obat herbal rematik ini adalah obat yang bisa Anda minum dan buat sendiri dirumah. Caranya bisa dijadikan sebagai sup atau juga minuman teh.
  3. Bunga rosella
    Obat rematik yang alami yang dapat membantu mengatasi rematik adalah bunga rosella. Kandungan zar penting yang ada didalamnya misalnya adalah protein esensial dan juga vitamin C. Caranya adalah ambillah 5 kelopak bunga rosella yang kering dan setelah itu cucilah sampai bersih. Kemudian diseduh menggunakan air panas dengan 200cc air. Setelah itu tambahkan dengan madu murni sebagai pemanisnya. Dan setelah itu minumlah dengan teratur kurang lebih selama 1 bulan, supaya khasiatnya yang semakin maksimal.
  4. Daun seledri
    Daun seledri yang bisa dijadikan sebagai obat rematik adalah karena kandungan zat baik didalamnya seperti klorin, asam lemak esensial, inositol, sulfur, potasium, folat, mangan, fosfor, selenium, seng, vitamin B1, dan juga vitamin A.

Itulah informasi mengenai Gejala Rematik di usia Muda. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

Gejala Rematik di Usia Muda

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Gejala Rematik Arthritis

Gejala Rematik Arthritis – Penyakit rematik arthritis adalah peradangan kronis yang terjadi di sendi dan menimbulkan rasa sakit, bengkak serta kaku sendi misalnya adalah dibagian kaki serta tangan. Nyeri sendi atau rematik arthritis bisa berefek pada jaringan yang ada disekitar sendi misalnya adalah didaerah otot, ligamen, serta tendon. Dan seiring berjalanya waktu, peradangan yang terjadi lama kelamaan akan menyebabkan jaringan sendi menjadi hancur. Efek yang muncul dari kondisi ini adalah membatasi aktivitas harian mereka, misalnya adalah seperti menjadi sulit untuk berjalan dan juga sulit menggunakan tangan.

Meski bagian tubuh yang paling sering terkena oleh dampak dari gejala rematik arthritis adalah dibagian kaki serta tangan, namun penyakit ini juga bisa menjangkiti adanya bagian tubuh yang lainnya misalnya adalah pada bagian mata, paru-paru, pembuluh darah dan juga pada bagian kulit. Gejala rematik arthritis yang terjadi saat sistem daya tahan tubuh menyerang bagian jaringan tubuh Anda sendiri. Dan penyakit rematik ini biasanya lebih sering dialami oleh wanita, dan yang paling utama adalah diatas usia 40 tahun.

Gejala rematik arthritis yang terjadi pada masing-masing individu berbeda-beda dan selain itu juga bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu, tetapi gejala yang sering terjadi dibagian sendi adalah munculnya rasa kaku, kemerahan, bengkak, rasa hangat dan juga nyeri. Gejala rematik arthritis yang harus segera ditangani karena jika penyakit rematik ini semakin bertambah parah, maka gejala rematik arthritis lama kelamaan akan menyebar pada bagian tubuh yang lain dan bisa mengakibatkan terjadinya sendi bergeser dan bahkan juga perubahan bentuk.

Penyebab yang pasti dari penyakit rematik ini masih belum diketahui, namun diduga pemicunya adalah karena kombinasi antara faktor genetik, lingkungan serta hormonal. Untuk gejala rematik arthritis, ada suatu hal yang bisa memicu sistem daya tahan tubuh untuk menyerang bagian sendi dan kadang juga bagian organ tubuh yang lain. Dan pada beberapa teori menyarankan jika ada virus atau juga bakteri yang kemungkinan bisa mengubah sistem kekebalan tubuh sehingga pada akhirnya mengakibatkan sistem daya tahan tubuh menyerang bagian sendi. Teori yang lainnya menyarankan jika merokok bisa mengakibatkan terjadinya penyakit rematik pada seseorang.

Setelah sistem daya tahan tubuh yang dipicu, kemudian sel-sel kekebalan akan melakukan migrasi dari darah menuju ke dalam sendi dan juga sendi lapisan jaringan yang disebut sebagai sinovium. Dan ditempat tersebut, sel-sel sistem kekebalan tubuh memproduksi zat inflamasi atau peradangan yang bisa menyebabkan terjadinya iritasi, kemudian mengikis bagian tulang rawan, serta mengalami pembengkakan dan juga peradangan didaerah lapisan sendi. Dan seiring terjadinya pengikisan tulang rawan, ruang diantara tulang-tulang akan mengalami penyempitan. Dan jika keadaan ini semakin memburuk, maka tulang akan saling bergesekan antara satu dengan yang lain.

Dan radang dari lapisan sendi bisa menimbulkan cairan yang berlebihan di sendi. Seiring dengan lapisan yang semakin mengembang, maka hal ini kemungkinan akan mengikis tulang yang saling berdekatan, sehingga bisa mengakibatkan terjadinya kerusakan diantara pengikat antar tulang. Dan hal-hal inilah yang kemudian menimbulkan rasa sakit pada sendi dan pembengkakan.

Gejala rematik arthritis mirip dengan beberapa jenis penyakit yang lain, dan inilah sebabnya mengapa sulit untuk bisa mendiagnosis penyakit rematik arthritis pada tahap pertama. Dan ada beberapa tes yang bisa membantu menegakkan diagnosis rematik arthritis yakni adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, dan juga lewat sinar X-ray.

Pada penderita penyakit rematik nyeri sendi biasanya hanya melakukan perawatan karena sampai saat ini masih belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit rematik arthritis secara total, tetapi dengan mendapatkan perawatan yang tepat, penyebaran, dan juga peradangan yang terjadi bisa dihambat. Perawatan dari penyakit rematik artrhtisi bisa dilakukan dengan cara melakukan terapi dan selain itu juga dengan cara melakukan pengobatan dalam jangka waktu panjang yang bisa membantu menghambat terjadinya perkembangan serta gejala rematik arthritis. Dan jika perawatan yang dilakukan dengan menggunakan terapi serta pengobatan tidak berjalan efektif, maka jalan lainnya adalah dengan melakukan operasi yang bertujuan untuk membantu memperbaiki masalah yang terjadi pada sendi.

Ada banyak obat-obatan yg bisa membantu untuk mengurangi gejala rematik arthritis seperti mengurangi nyeri sendi, pembengkakan, dan juga peradangan. Obat-obatan ini bekerja untuk membantu mencegah serta untuk membantu meminimalkan perkembangan dari terjadinya penyakit. Harus diingat jika obat-obat ini membutuhkan resep dokter karena jika tidak maka efek sampingnya akan berbahaya bagi organ tubuh yang lain. Dan sebaiknya lakukanlah konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum Anda minum obat untuk meningkatkan efektivitas serta keamanan.

Obat rematik yang bisa membantu adalah :

  1. Obat untuk anti inflamasi atau anti peradangan, misalnya adalah aspirin, ibuprofen, dan juga naproxen
  2. Untuk membantu menghilangkan rasa sakit topikal yang langsung dioleskan di kulit
  3. Kortikosteroid, misalnya adalah seperti prednison.
  4. Obat untuk membantu menghilangkan rasa sakit jenis obat golongan narkotika.

Selain itu juga ada obat keras yang disebut dengan disease-modifying anti rheumatic drugs atau DMARDs ang bekerja untuk membantu menghalangi serta menekan serangan sistem daya tahan tubuh pada sendi.

Gejala Rematik Arthritis

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Rematik

Gejala Rematik – Rematik merupakan penyakit yang banyak di alami oleh orang yang sudah berusia lanjut, pengertian dari penyakit rematik adalah jenis penyakit yang akan menimbulkan rasa sakit yang di akibatkan oleh persendian atau otot yang dapat mengalami peradangan serta pembengkakan. Penyakit rematik terholong dari beberapa jenis dan dapat menjangkiti bagian persendian manapun pada bagian tubuh manusia.

Gejala Rematik

Gejala Rematik

Gejala Rematik

Cedera

Cedera merupakan salah satu gejala rematik, namun banyak orang yang salah beranggapan bahwa cedera seperti terkilir merupakan bukan hal yang serius. Ahli Rheumatologis khusus bedah mengatakan bahwa hal tersebut sering terjadi terutama pada orang-orang yang masih berusia muda.

Mati Rasa

Gejala rematik selanjutnya adalah carpal tunnel syndrome, gejala ini yang ditandai dengan timbulnya rasa kesemutan atau mati rasa di bagian pergelangan kaki dan tangan. Dengan timbulnya sesnsai pada kaki atau tangan tersebut yang terjadi akibat pembengkakan di bagian lengan. Setelah itu rasa nyeri akan bertambah buruk terjadi di malam hari, untuk itu sebaiknya lakukanlah pengompresan pada kaki atau tangan anda yang mengalami sedera.

Masalah Kaki

Penderita yang mengalami gejala rematik biasanya mengeluhkan peradangan pada bagian kaki depannya. Dan biasanya para wanita yang biasanya menggunakan high heels mengeluhkan rasa sakit ini karena adanya tekanan pada bagian depan kaki. Namun tidak menutup kemungkinan penderita penyakit rematik ini merasakan sakit di bagian tumit yang disebabkan oleh plantar fasciitis, yaitu gangguan pada kaki yang disebabkan oleh terjadinya pembengkakan jaringan di bagian bawah kaki dekat tumit.

Gejala Rematik

Gejala Rematik

Masalah Mata

Gejala rematik  masalah mata umumnya penderita penyakit rematik ini juga dapat beresiko untuk dapat menderita sindrom sjognes, yakni gangguan autoimun yang dapat menyebabkan mata mengalami kekeringan, hidung, tenggorokan, mulut atau juga kulit tubuh. tentunya hal tersebut di akibatkan oleh peradangan. Umumnya penderita yang mengalami mata kering akan berkonsultasi ke dokter mata untuk mengetahui penyebab mengapa ia mengalami masalah mata, namun Dr. MandL merekomendasikan untuk anda juga harus berkonsultasi dengan Spesialis Reumathologi apabila gejala rematik tersebut belum juga menghilang.

Rasa Pegal Pada Sendi

Salah satu gejala rematik yang paling melekat dari penyakit rematik yaitu rasa sakit di bagian sendinya. Akan tetapi tidak sedikit juga  penderita yang beranggapan bahwa rasa sakit tersebut merupakan akibat dari rasa kelelahan atau osteoarthritis. Rasa nyeri ini biasanya akan berlangsung lebih dari seminggu. Tentunya dengan hal ini dapat mempengaruhi tangan, kaki dan juga lutut yang akan ikut merasakan nyeri di waktu yang bersamaan.

Kaku Dipagi Hari

Karakteristik lain dari gejala rematik adalah timbulnya rasa kaku pada bagian sendi-sendi yang terjadi di pagi hari, dan ini merupakan masalah umum yang terjadi pada penderita penyakit osteoarhritis, yang kemungkinan dapat menyebabkan rasa sakit setelah melakukan aktivitas yang lama, seperti tidur.  Yang menjadi perbedaan antara penyakit rematik dengan osteoarthritis adalah lamanya waktu rasa sakit tersebut. pada penderita penyakit rematik akan membutuhkan waktu yang lebih lama di bandingkan dengan penyakit osteoarhritis akan berkurang dalam waktu sekitar setengah ja, sementara.

Sendi Terkunci

Seseorang yang mengajala gangguan penyakit rematik biasanya akan seperti mengalami sendi terkunci, terutama di bagian lutut kaki dan siku tangan. Dengan adanya hal ini berarti terjadi karena adanya begitu banyak pembengkakan tendon di area sendir sehingga sendi tersebut tidak bisa menekuk. Dan hal inilah yang dapat menyebabkan timbulknya kista di bagian belakang lutut yang dapat membengkak dan menghambat pergerakan.

Nodul

Nodul merupakan benjolan yang tumbuh di area kulit yang dekat dengan persendian yang terkena rematik, biasanya hal tersebut sering muncul di belakang siku tangan manusia. Pada penderita rematik dengan stadium lanjut akan beresiko membuat si penderita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari serta kualitas hidupnya juga akan menurun.

Penyebab Penyakit Rematik

Banyak orang yang mengatakan bahwa penyakit rematik di sebabkan oleh sering malakukan mandi pada malam hari, sering terkena AC atau juga di akibatkan oleh cuaca dingin. Namun faktanya mandi pada malam hari dapat menyebabkan rematik hanyalah mitos masyarakat. Mengapa? Karena penyakit rematik itu sendiri merupakan penyakit yang masih di bagi lagi dalam beberapa kategori. Nah berikut ini ada beberapa penyebab penyakit rematik.

Penyebab penyakit rematik adalah turunnya sistem kekebalan tubuh sehingga bakteri yang menjadi penyebab radang sendi akan menyerang, kemudian gangguan metabolisme tubuh serta beberapa faktor penyebab rematik lainnya seperti pengapuran tulang yang di akibatkan oleh penuaan. Beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan rematik yang lain adalah tubuh seringa mengalami kekurangan cairan, salah posisi sendi ketika beraktifitas, mengalami trauma yang menimpa sendi, kegemukan atau obesitas, diet yang terlalu ketat, stress, pola makan yang tidak seimbang dan juga sering mengkonsumsi alkohol.

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Rematik dan pencegahannya

Gejala Penyakit Rematik dan Pencegahannya – Peradangan yang terjadi pada salah satu sendi atau lebih yang terdapat di dalam tubuh lebih dikenal dengan arthritis. Pada arthritis juga lebih dikenal dengan rematik. Rematik adalah istilah yang dikenal untuk menggambarkan setiap jenis rasa nyeri atau rasa sakit yang bisa mempengaruhi tulang, otot, dan juga sendi. Sedangkan rematik sendiri adalah istilah uang digunakan untuk menandakan penyakit yang tidak dapat dijelaskan oleh penyakit muskuloskeletal atau arthritis.

Gejala Penyakit Rematik

Gejala Penyakit Rematik

Pada umumnya gejala rematik dibagi menjadi dua, yaitu gejala  rematik  arthritis dan gejala rematik palindromic. Dan kedua gejala ini memiliki tanda-tanda yang berbeda. Berikut penjelasan tentang gejala penyakit rematik.

Gejala Rematik Arthritis

Gejala rematik tergantung juga pada jenis arthritis atau sering disebut dengan rematik yang dapat mempengaruhi seseorang. Pada umumnya gejala rematik lebih mirip dengan osteoarthritis. Namun hal yang membedakannya adalah pada osteoarthritis terjadi keausan sendi dan juga ligamen yang dapat menimbulkan rasa sakit. Sedangkan pada rematik arthritis sendiri, hal tersebut dapat terjadi karena peradangan pada lapisan sendi yang dapat menyebabkan rasa nyeri.

  • Tanda-tanda Rematik  Arthritis
  • Bengkak pada satu atau beberapa sendi pada tubuh
  • Terjadinya kekakuan disekitar sendi
  • Timbulnya rasa sakit secara terus-menerus dan hangat jika disentuh
  • Mengalami kesulitan untuk bergerak dengan tiba-tiba

Gejala Rematik Palindromic

Gejala rematik ini dikenal dengan sindrom hench. Rematik ini adalah jenis penyakit autoimun kronis dan juga merupakan bagian dari jenis rematik arthritis. Hal tersebut dapat menyebabkan rasa sakit pada si penderita dan juga berisiko menjadi cacat. Pada jenis rematik ini tidak ada penyebab umum dan penyakit ini dapat terjadi pada pria dan wanita sekitar usia 20 hingga 50 tahun.

Tanda-tanda Rematik

  1. Seringkali terlihat pada sendi pergelangan tangan, siku dan juga lutut.
  2. Pada rematik jenis ini sering disebut sering mempengaruhi satu sisi tubuh pada suatu waktu.
  3. Rematik palindromic adalah penyakit autoimun, sehingga akan ada banyak gejala yang berbeda-beda dai satu orang ke orang lain.
  4. Terjadinya kerusakan secara permanen pada sendi yang terkena rematik arthritis. Namun di lain sisi, sendi akan kembali normal pada rematik palindromic.

Gejala Rematik Muskular

Gejala penyakit rematik muskular adalah gejala yang terjadi peradangan dari jaringan fibrosa. Hal ini tentunya juga dikenal dengan istilah fibromyalgia.

Tanda-tanda Rematik

  • Rematik akut yang ditandai dengan terjadinya demam serta denyut nadi yang lebih cepat.
  • Rasa nyeri yang konstan terdapat pada bagian yang terasa sakit.
  • Akan mengalami rasa sakit yang sangat hebat tanpa kerusakan permanen.
  • Dapat terjadi pembengkakan di bagian liver.
  • Selain itu juga dapat ditandai dengan nyeri kronis serta kekakuan pada otot yang mengalami.
  • Rasa sakit tersebut akan semakin memburuk jika terdapat gerakan-gerakan dari otot.

Gejala Rematik Jaringan

Gejala penyakit rematik jaringan pada umumnya akan terasa sakit dan peradangan pada otot, tendon, serta ligamen atau daerah di luar sendi tersebut dengan jenis rematik jaringan lunak. Kedua bentuk jaringan lunak merupakan sindrom bursitis dan tendinitis.

Berikut Gejala Penyakit Rematik Jaringan Lunak.

  • Bursitis meliputi rasa nyeri, hangat dan juga bengkak disekitar permukaan tubuh.
  • Eritema dan juga nyeri pada saat mendapat tekanan
  • Gejala meliputi rasa nyeri apabila ada gerakan terutama pada saat gerakan dengan arah berlawanan
  • Sakit yang parah di malam hari

Selain gejala penyakit rematik tersebut diatas, terdapat beberapa gejalan tertentu yang pada umumnya sering dialami oleh penderitas seperti di bawah ini :

Kesemutan atau Mati Rasa

Salah satu gejala penyakit reumatik yang paling umum dijumpai adalah carpal tunnel syndrome, gejala ini  ditandai dengan adanya rasa mati atau kesemutan pada area pergelangan kaki dan pergelangan tangan. Adanya rasa  pada tangan dan juga kaki yang terjadi dikarenakan adanya pembengkakan di bagian lengan. Dan rasa nyeri itu sendiri bisa menjadi  lebih buruk terjadi pada malam hari, ada baiknya jika anda melakukan pengompresan pada tangan atau kaki yang mengalami cedera.

Cedera

Biasanya  kebanyakan orang akan  mengganggap bahwa cedera seperti terkilir pada bagian kaki dan tangan  bukan sebagai hal yang serius. Padahal cedera ini juga dapat  dikatakan sebagai gejala penyakit rematik. Ada sebuah penelitian mengungkapkan hal ini sering terjadi pada orang-orang yang masih berusia muda.

Kaku di Pagi Hari

Tanda lain dari penyakit rematik adalah adanya rasa kaku pada sendi di pagi hari hari. Hal ini juga merupakan masalah umum yang sering dialami oelh penderita osteoarthritis, yang dapat menyebabkan rasa sakit seterlah beraktifitas lama, contohnye seperti tidur malam.

Ada yang perlu anda ketahui antara osteoarthritis dengan rematik adalah lamanya waktu dari rasa sakit tersebut. Pada osteoarthritis pada umumnya berkurang dalam waktu sekitar setengah jam, namun pada penderita rematik biasanya akan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , | Leave a comment

Gejala Rematik Artritis Rematoid dan Pengobatannya

Arthritis rematoid tergolong penyakit autoimun yang progresif dan sistemik karena bisa mmepengaruhi organ tubuh lain. “ Ketua Indonesian Rheumatology Association (IRA) Prof. Dr. dr. Handono Kalim, SpPD KR dalam seminar media tentang arhritis rematoid. Pada arthritis rematoid dokter spesialis penyakit dalam ini menjelaskan gejala seperti mengalami peradangan, merah dan rasa nyeri dari sendi tangan dan kaki, disertai dengan gejala-gejala sistemik seperti kelelahan, anemia, depresi.

artritis-rematoidPeradangan ini menyebabkan nyeri sendi, kekakuan dan pembengkakan yang menyebabkan hilangnya fungsi sendi karena kerusakannya tulang dan tulang rawan yang berujung pada kecacatan progresif. Prof. Handono menuturkan, seringkali meraka tidak mengetahui penyakitnya. Umumnya, pasien menganggap sebagai radang sendi biasa, atau dikira penyakit rematik biasa-jenis penyakit rematik banyak ragamnya, arthritis rematoid merupakan jenis penyaki rematik yang “unggul” dan berbahaya. Keterlambatan juga disebabkan karena pasien tak mendapat diagnosis yang tepat. Meski belum ada angka spesifiknya, namun menurut Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Ekowati Rahajeng, diperkirakan 30% masyaraka mengidap penyakit ini.

“Dari jumlah itu hanya 14% yang didiagnosis mengidap penyakit arthritis rematoid. Ini disebabkan oleh banyak orang menganggap arthritis rematoid sebagai nyeri sendi biasa, sehingga mereka tidak mencari pengobatan yang tepat.

Dampak Arthritis Rematoid

Penyakit ini baiknya tidak dibiarkan, karena akan merusak sendi yang menimbulkan nyeri hebat. Ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga tidak lagi mampu melakukan pekerjaannya.

Jika dibiarkan tentu saja bisa mempengaruhi kondisi psikologis. Perasaan stress dan depresi dapat muncul, pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hidup. Keluarga penderita juga terkena imbas, hidup penderita bergantung pada keluarga, termasuk biaya pengobatan.

Dengan demikian dalam mengobati penyakit ini, tidak hanya dari segi fisik, melainkan juga harus memperhatikan segi psikologis, sosial dan tentu saja faktor keuangan.

Penanaganan Arthritis Rematoid

Menurut Prof. Handono, anemia dan penyakit jantung adalah dua diantara komplikasi sistemik yang umum mempengaruhi penderita arthritis rematoid. “ 30%  pasien penyakit arthritis rematoid menderita anemia yang dapat mengalami kelelahan dan fatigue. Selain kekakuan sepanjang hari dan rasa sakit, kelelahan sehari-hari adalah masalah yang paling umum terjadi pada penderita penyakit arthritis rematoid.

Untuk mengatasi arthritis rematoid, ada beberapa jenis obat yang diberikan. Beberapa hanya menangani tanda dan gejalanya yang lain bertujuan unutk memodifikasi perjalanan penyakit dan dampak negati dari efek sistemik arthritis rematoid, seperti kelelahan dan anemia. Pengobatan saat ini antara lain :

1. Obat biologis

Ini adalah obat rekayas genetika yang mentargetkan penanda permukaan sel tertentu atau substansi di pengantar sistem kekebalan tubuh yang disebut sitokin yag diproduksi sel untuk mengatur sel-sel lain selama respon inflamasi. Contoh sitokin spesifik yang menjadi target obat biologis adalah IL-6

2. Desease Modifying Anti Drug (DMARDs)

Ini adalah obat imunosupresif tidak spesifik yang dimaksudkan unutk memerangi tanda-tanda dan gejala arthritis rematoid dan memperlambat kerusakan sendi yang progresif. Pengobatan ini sering digunakan dalam kombinasi satu sama lain atau dalam kombinasi dengan agen biologi untuk meningkatkan respon pasien.

3. Kortikosteroid

Ini adalah obat anti inflamasi yang berhubungan dengan cortisolsteroid yang diproduksi secara alami di dalam tubuh yang bekerja untuk memerangi peradangan. Namun, efek samping penggunaan glukokortikoid yang meliputi hiperglikemia, osteoporosis, hipertensi, berat badan, katarak, masalah tidur, kehilangan otot, dan kerentanan terhadap infeksi, membatasi penggunaannya.

4. Obat anti-inflamasi anti steroid (NSAID)

Ini mengelola tanda-tanda dan gejala arthritis rematoid, seperti mengurangi rasa sakit, bengkak, dan peradangan tetapi tidak mengubah perjalanan perburukan penyakit atau memperlambat perkembangan dari kerusakan sendi.

 

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Rematik Dan Asam Urat

Gejala rematik dan asam urat dapat diatasi sejak awal, ketika gejala baru terasa. Setiap orang dapat dengan mudah mendeteksi gejala tersebut. Gejala yang umum terasa adalah nyeri di persendian baik akibat trauma maupun bukan, kaki menjadi sangat sakit terkilir, bahkan mudah nyeri dan panas. Tindakan awal yang dapat dilakukan secara tepat dan tepat adalah mengompres bagian tubuh yang sakit dengan air es.

Biasanya, gejala rematik dan asam urat adalah nyeri dan kaku s endi munvul pada pagi hari ketika bangun tidur atau awal beristirahat. Rasa sakit akan berkurang jika bagian yang kaku tersebut digerak-gerakkan. Rasa sakit ini sebenarnya disebabkan adanya desakan suatu cairan di sekitar jaringan yang meradang, seperti kapsul sendi, sinovia, dan bursa. Tindakan awal untuk mengatasinyaadalah mengompres bagian yang sakit dengan jahe merah hangat. Selain itu, bisa juga melakukan gerakan-gerakan tertentu, seperti menggoyangkan-goyangkan badan atau bagian tubuh yang sakit. Cara ini terbukti mampu mengurangi rasa sakit di persendian.

rematik

Khusus untuk rematik dan asam urat tinggi dapat dilakukan dengan tindakan preventif melalui pencernaan makan yang baik. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung purin yang rendah. Alasannya, purin yang berlebih dapat memacu terbentuknya asam urat yang berlebih. Selain itu, penderita asam urat dianjurkan untuk melakukan olahraga secara teratur dan menerapkan pola hidup yang teratur. Ketiga tindakan ini terbukti sebagai cara terbaik untuk mengatasi bahkan menghindari serangan asam urat tinggi.

Secara umum, rematik dan asam urat dapat diatasi dengan lima jenis obat kimia. Setiap obat memiliki fungsi sebagai berikut :

  1. Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) berfungsi untuk mengatasi nyeri sendi akibat proses peradangan.
  2. Obat kortikosteroid berfungsi sebagai antiradang dan menekan reaksi imun. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau suntikan dibagian sendi yang sakit.
  3. Obat pengubah perjalanan penyakit artritis reumatoid yang harus diberikan sesegara mungkin setelah seseorang divonis menderita rematik. Biasanya obat ini dapat diberikan secara tunggal atau dikombinasikan dengan obat jenis lain.
  4. Obat imunorepresif berfungsi untuk menekan reaksi imun. Obat ini jarang digunakan karena efek sampingnya cukup berat yaitu dapat menimbulkan penyakit kanker dan bersifat racun bagi ginjal dan hati.
  5. Suplemen antioksidan yang diperoleh dari asupan vitamin dan mineral yang berkhasiat untuk mengobati rematik. Asupan vitamin dan mineral yang berkhasiat untuk mengobati rematik. Asupan vitamin dan mineral dapat diperoleh dengan mengonsumsi buah atau sayuran segar yang berwarna hijau atau orange, seperti wortel.
Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Rematik Jantung

Penyakit pada jantung yang dibahas di sini hanya dua macam penyakit, yaitu (1) penyakit jantung rematik dan (2) angina pectoris ialah nyeri yang menekan di sekitar jantung dan di bawah tulang dada di mana rasa nyeri tersebut dapat meluas sampai ke pundak dan lengan kiri.

Gejala utama penyakit jantung rematik ialah terjadinya debar jantung (palpitation), kecemasan (anxiety) dan sesak napas (dyspnea). Pada saat penyakit ini muncul akan mempengaruhi pula fungsi organ-rogan dalam yang lain.

Gambar 1: Penyakit rematik jantung

Angina pectoris disebabkan gangguan terhadap nadi jantung, dinding jantung, atau katup aorta jantung. Orang yang mengalami penyakit ini merasa takut dan resah seolah-olah ajal sudah dekat, wajah menjadi merah padam, denyut nadi menjadi cepat, dan tekanan darah pun naik.

Meskipun gejala yang muncul pada kedua penyakit jantung tersebut berbeda, titik-titik manpaun metode dalam menangani penyakit keduanya sama maka penanganannya pun sama.

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Rematik

Setiap orang dapat dengan mudah mendeteksi gejala rematik, dari nyeri di persendian akibat trauma atau bukan, kaki menjadi sakit jika terkilir, bahkan mudah nyeri dan panas. Tindakan paling pertama yang dapat dilakukan jika muncul gejala seperti ini adalah mengompres bagian tubuh yang sakit menggunakan es. Jika saat bangun tidur pada pagi hari gejala tersebut baru muncul, tindakan paling awal yang bisa dilakukan adalah mengompres bagian yang sakit dengan jahe hangat atau minyak gosok. Bisa pula cukup dengan melakukan gerakan-gerakan tertentu, seperti menggoyang-goyangkan badan atau bagian tubuh yang sakit tersebut.

Lain hal nya dengan rematik karena peningkatan kadar asam urat dalam darah (penyakit asam urat), tindakan paling awal yang wajib dilakukan adalah melakukan perencanaan makan yang baik, yakni makanan yang dikonsumsi harus rendah purin. Selain itu, mengupayakan untuk selalu berolahraga dan menerapkan pola hidup yang teratur.

Terapi medis untuk mengatasi penyakit rematik dan asam urat biasanya menggunakan lima jenis obat yang masing-masing memiliki fungsi berbeda :

1. Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) yang berfungsi untuk mengatasi nyeri sendi akibat proses peradangan

2. Obat kortikosteroid yang berfungsi sebagai antiradang dan menekan reaksi imun. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau disuntikkan di bagian sendi yang sakit

3. Obat pengubah perjalanan penyakit artritis reumatoid yang harus diberikan sesegera mungkin setelah seseorang divonis menderita rematik. Biasanya obat ini diberikan secara tunggal atau bisa juga dikombinasikan dengan jenis obat-obatan lainnya

4. Obat imunorepresif yang berfungsi menekan reaksi imun. Obat jenis ini jarang digunakan karena efek sampingnya yang cukup berat, yakni bisa menimbulkan penyakit kanker dan bersifat racun bagi ginjal dan hati

5. Suplemen antioksidan yang diperoleh dari asupan vitamin dan mineral yang berkhasiat untuk mengobati rematik. Bisa diperoleh dengan mengonsumsi buah atau sayuran segar berwarna hijau atau oranye.

Selain dengan obat-obatan tersebut, terapi medis untuk mengatasi rematik dan asam urat bisa juga melalui program rehabilitasi yang berfungsi mengembalikan kemampuan penderita seperti semula, sehingga bisa menjalankan kehidupan sehari-harinya dengan lancar

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tanda Dan Gejala Rematik

Rematik sering disebut dengan rheumatismos, rheumatism, reumatik, atau rematik, yang secara sederhana bisa diartikan sebagai kondisi kerusakan sendi akibat tidak lancarnya proses perbaikan secara terus-menerus dalam sendi tersebut. Keadaan tersebut akan semakin parah dengan hadirnya cairan yang dianggap jahat (mukus) yang mengalir dari otak sendi dan struktur lain di dalam tubuh. Karenanya, para ahli kedokteran memasukkan penyakit ini dalam kelompok penyakit pada sendi atau reumatologi. Dalam istilah kedokteran, rematik lebih sering disebut dengan keadaan yang selain disertai rasa nyeri dan kaku pada sistem tulang otot (muskuloskeletal) dan terjadi nya penyakit pada jaringan ikat (connective tisue). Bisa juga dikatakan sebagai penyakit yang menyerang sendi, otot, dan jaringan tubuh.

Gejala penyakit ini tidak hanya satu macam, tetapi bisa bermacam-macam, di antaranya :

– Nyeri sendi akibat mekanis, inflamasi, dan peradangan
– Kaku pada sendi akibat desakan suatu cairan di sekitar jaringan tubuh yang sedang mengalami peradangan
– Bengkak pada sendi yang sering ditandai dengan memerahnya kulit
– Gangguan fungsi sendi akibat sendi yang meradang
– Sendi tidak stabil karena trauma atau radang di bagian ligamen atau kapsul sendi
– Sendi berbunyi saat digerakkan
– Pengecilan otot atau atrofi yang pada akhirnya bisa menyebabkan fungsi sendi terganggu.
– Timbulnya tofi atau benjolan kecil di jaringan bawah kulit
– Perubahan fisik di bagian jari dan kuku
– Kelainan di bagian selaput lendir
– Fungsi penglihatan terganggu
– Mudah menangis
– Susah buang air besar
– Murung
– Gerakan tubuhnya menjadi lamban
– Aktivitas seksual suami-istri yang terganggu.

Mendiagnosis gejala tersebut secara mendalam bisa dilakukan dengan cara memeriksa dan meneliti fisik orang yang diduga menderita, yakni dengan memeriksa :

– Kulit dan kuku
– Tulang punggug dan lengkungan-lengkungan
– Gerakan setiap persendian
– Bagian siku, punggung tangan, tumit belakang, dan bagian sacrum (tulang duduk) tubuh

Agar lebih pasti, jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut segeralah memeriksakan tubuh ke laboratorium. Di tempat ini biasanya akan dilakukan analisis faktor reumatoid, antibodi antinuklear (ANA), dan asam urat rendah. Saat ini, selain dari kepastian laboratorium, kedokteran juga telah menemukan cara anallisis baru untuk mendeteksi penyakit rematik, yaitu melalui diagnosis radiologik dan cairan sendi dengan alat yang serba canggih.

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment