Penyakit Rematik

Rematik adalah penyakit yang sudah sangat familiar di telinga kita. Banyak orang pernah mengeluhkan tentang penyakit yang biasanya diawali dengan gejala sakit pada bagian persendian, tetapi tidak cukup mengetahui bahwa rematik bisa membuat kecacatan (morbiditas), ketidakmampuan (disabilitas), menurunkan kualitas hidup, dan meningkatan beban ekonomi penderita maupun keluarga.

Tulang pada tubuh manusia dilindungi oleh tulang rawan yang berfungsi untuk menjaga agar tidak terjadi gesekan antartulang, misalnya saat kita berjalan, berjongkok, dan melompat, tulang rawan beserta cairan sendi akan meredam benturan antartulang. Struktur sendi terdiri dari tulang rawan, cangkang sendi, dan jaringan sekitar sendi. Jika tulang rawan mengalami gangguan, maka akan timbul keluhan pada sendi-sendi yang berperan pada aktivitas tersebut. Sendi berfungsi melindungi ujung tulang dari kerusakan dan kehausan, menahan beban, dan meredam kejutan pada saat ada gerakan berulang.

Tempat-Tempat Rematik

Rematik adalah istilah umum yang digunakan dokter atau orang awam untuk menyatakan nyeri dan kekakuan pada sendi, otot, tulang, dan jaringan ikat di sekitar organ-organ tersebut. Jenisnya mencapai ratusan. Namun dari jumlah sebanyak itu yang paling umum adalah osteoartritis, yaitu penyakit sendi degeneratif yang dapat mengakibatkan tulang rawan sendi rusak dan berkembang lambat. Rematik untuk semua gangguan sendi dan otot sebenarnya adalah penyederhanaan. Penyakit rematik ini tidak saja diderita oleh orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan, tetapi juga di pedesaan. Penderitanya pun tidak pandang usia. Jadi jangan keliru kalau rematik hanya milik mereka yang bertubuh renta. Dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai keluhan nyeri bahkan pembengkakan pada satu atau beberapa sendi tubuh, sampai menghalangi aktivitas.

Kebanyakan penderita rematik lebih menyukai suhu yang hangat daripada dingin. Cuaca lembab dan dingin, dianggap sebagai pemicu atau memperburuk serangan. Mungkin ini karena udara dingin membuat perasaan penderita tertekan, dan toleransi terhadap nyeri lebih sedikit dibandingkan dengan waktu cuaca cerah.

Rematik dapat juga diakibatkan oleh penyakit diabetes, asam urat tinggi, dan infeksi sendi. Namun tidak semua rematik disebabkan oleh asam urat, dan tidak semua asam urat menyebabkan rematik. Pengobatan rematik secara umum ditujukan untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri, gejala peradangan (inflamasi), mencegah terjadinya perubahan bentuk (deformitas), dan memelihara fungsi persendian agar tetap dalam keadaan baik. Asam urat sebenarnya adalah produk akhir dari penghancuran purin (salah satu unsur protein) yaitu nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Purin bisa berasal dari makanan yang kita konsumsi. Namun tidak semua makanan diperlukan tubuh seperti purin yang ada di dalam makanan.

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Comments Off on Penyakit Rematik

Gejala Rematik Arthritis

Gejala Rematik Arthritis – Penyakit rematik arthritis adalah peradangan kronis yang terjadi di sendi dan menimbulkan rasa sakit, bengkak serta kaku sendi misalnya adalah dibagian kaki serta tangan. Nyeri sendi atau rematik arthritis bisa berefek pada jaringan yang ada disekitar sendi misalnya adalah didaerah otot, ligamen, serta tendon. Dan seiring berjalanya waktu, peradangan yang terjadi lama kelamaan akan menyebabkan jaringan sendi menjadi hancur. Efek yang muncul dari kondisi ini adalah membatasi aktivitas harian mereka, misalnya adalah seperti menjadi sulit untuk berjalan dan juga sulit menggunakan tangan.

Meski bagian tubuh yang paling sering terkena oleh dampak dari gejala rematik arthritis adalah dibagian kaki serta tangan, namun penyakit ini juga bisa menjangkiti adanya bagian tubuh yang lainnya misalnya adalah pada bagian mata, paru-paru, pembuluh darah dan juga pada bagian kulit. Gejala rematik arthritis yang terjadi saat sistem daya tahan tubuh menyerang bagian jaringan tubuh Anda sendiri. Dan penyakit rematik ini biasanya lebih sering dialami oleh wanita, dan yang paling utama adalah diatas usia 40 tahun.

Gejala rematik arthritis yang terjadi pada masing-masing individu berbeda-beda dan selain itu juga bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu, tetapi gejala yang sering terjadi dibagian sendi adalah munculnya rasa kaku, kemerahan, bengkak, rasa hangat dan juga nyeri. Gejala rematik arthritis yang harus segera ditangani karena jika penyakit rematik ini semakin bertambah parah, maka gejala rematik arthritis lama kelamaan akan menyebar pada bagian tubuh yang lain dan bisa mengakibatkan terjadinya sendi bergeser dan bahkan juga perubahan bentuk.

Penyebab yang pasti dari penyakit rematik ini masih belum diketahui, namun diduga pemicunya adalah karena kombinasi antara faktor genetik, lingkungan serta hormonal. Untuk gejala rematik arthritis, ada suatu hal yang bisa memicu sistem daya tahan tubuh untuk menyerang bagian sendi dan kadang juga bagian organ tubuh yang lain. Dan pada beberapa teori menyarankan jika ada virus atau juga bakteri yang kemungkinan bisa mengubah sistem kekebalan tubuh sehingga pada akhirnya mengakibatkan sistem daya tahan tubuh menyerang bagian sendi. Teori yang lainnya menyarankan jika merokok bisa mengakibatkan terjadinya penyakit rematik pada seseorang.

Setelah sistem daya tahan tubuh yang dipicu, kemudian sel-sel kekebalan akan melakukan migrasi dari darah menuju ke dalam sendi dan juga sendi lapisan jaringan yang disebut sebagai sinovium. Dan ditempat tersebut, sel-sel sistem kekebalan tubuh memproduksi zat inflamasi atau peradangan yang bisa menyebabkan terjadinya iritasi, kemudian mengikis bagian tulang rawan, serta mengalami pembengkakan dan juga peradangan didaerah lapisan sendi. Dan seiring terjadinya pengikisan tulang rawan, ruang diantara tulang-tulang akan mengalami penyempitan. Dan jika keadaan ini semakin memburuk, maka tulang akan saling bergesekan antara satu dengan yang lain.

Dan radang dari lapisan sendi bisa menimbulkan cairan yang berlebihan di sendi. Seiring dengan lapisan yang semakin mengembang, maka hal ini kemungkinan akan mengikis tulang yang saling berdekatan, sehingga bisa mengakibatkan terjadinya kerusakan diantara pengikat antar tulang. Dan hal-hal inilah yang kemudian menimbulkan rasa sakit pada sendi dan pembengkakan.

Gejala rematik arthritis mirip dengan beberapa jenis penyakit yang lain, dan inilah sebabnya mengapa sulit untuk bisa mendiagnosis penyakit rematik arthritis pada tahap pertama. Dan ada beberapa tes yang bisa membantu menegakkan diagnosis rematik arthritis yakni adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, dan juga lewat sinar X-ray.

Pada penderita penyakit rematik nyeri sendi biasanya hanya melakukan perawatan karena sampai saat ini masih belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan penyakit rematik arthritis secara total, tetapi dengan mendapatkan perawatan yang tepat, penyebaran, dan juga peradangan yang terjadi bisa dihambat. Perawatan dari penyakit rematik artrhtisi bisa dilakukan dengan cara melakukan terapi dan selain itu juga dengan cara melakukan pengobatan dalam jangka waktu panjang yang bisa membantu menghambat terjadinya perkembangan serta gejala rematik arthritis. Dan jika perawatan yang dilakukan dengan menggunakan terapi serta pengobatan tidak berjalan efektif, maka jalan lainnya adalah dengan melakukan operasi yang bertujuan untuk membantu memperbaiki masalah yang terjadi pada sendi.

Ada banyak obat-obatan yg bisa membantu untuk mengurangi gejala rematik arthritis seperti mengurangi nyeri sendi, pembengkakan, dan juga peradangan. Obat-obatan ini bekerja untuk membantu mencegah serta untuk membantu meminimalkan perkembangan dari terjadinya penyakit. Harus diingat jika obat-obat ini membutuhkan resep dokter karena jika tidak maka efek sampingnya akan berbahaya bagi organ tubuh yang lain. Dan sebaiknya lakukanlah konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum Anda minum obat untuk meningkatkan efektivitas serta keamanan.

Obat rematik yang bisa membantu adalah :

  1. Obat untuk anti inflamasi atau anti peradangan, misalnya adalah aspirin, ibuprofen, dan juga naproxen
  2. Untuk membantu menghilangkan rasa sakit topikal yang langsung dioleskan di kulit
  3. Kortikosteroid, misalnya adalah seperti prednison.
  4. Obat untuk membantu menghilangkan rasa sakit jenis obat golongan narkotika.

Selain itu juga ada obat keras yang disebut dengan disease-modifying anti rheumatic drugs atau DMARDs ang bekerja untuk membantu menghalangi serta menekan serangan sistem daya tahan tubuh pada sendi.

Gejala Rematik Arthritis

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Rematik

Gejala Rematik – Rematik merupakan penyakit yang banyak di alami oleh orang yang sudah berusia lanjut, pengertian dari penyakit rematik adalah jenis penyakit yang akan menimbulkan rasa sakit yang di akibatkan oleh persendian atau otot yang dapat mengalami peradangan serta pembengkakan. Penyakit rematik terholong dari beberapa jenis dan dapat menjangkiti bagian persendian manapun pada bagian tubuh manusia.

Gejala Rematik

Gejala Rematik

Gejala Rematik

Cedera

Cedera merupakan salah satu gejala rematik, namun banyak orang yang salah beranggapan bahwa cedera seperti terkilir merupakan bukan hal yang serius. Ahli Rheumatologis khusus bedah mengatakan bahwa hal tersebut sering terjadi terutama pada orang-orang yang masih berusia muda.

Mati Rasa

Gejala rematik selanjutnya adalah carpal tunnel syndrome, gejala ini yang ditandai dengan timbulnya rasa kesemutan atau mati rasa di bagian pergelangan kaki dan tangan. Dengan timbulnya sesnsai pada kaki atau tangan tersebut yang terjadi akibat pembengkakan di bagian lengan. Setelah itu rasa nyeri akan bertambah buruk terjadi di malam hari, untuk itu sebaiknya lakukanlah pengompresan pada kaki atau tangan anda yang mengalami sedera.

Masalah Kaki

Penderita yang mengalami gejala rematik biasanya mengeluhkan peradangan pada bagian kaki depannya. Dan biasanya para wanita yang biasanya menggunakan high heels mengeluhkan rasa sakit ini karena adanya tekanan pada bagian depan kaki. Namun tidak menutup kemungkinan penderita penyakit rematik ini merasakan sakit di bagian tumit yang disebabkan oleh plantar fasciitis, yaitu gangguan pada kaki yang disebabkan oleh terjadinya pembengkakan jaringan di bagian bawah kaki dekat tumit.

Gejala Rematik

Gejala Rematik

Masalah Mata

Gejala rematik  masalah mata umumnya penderita penyakit rematik ini juga dapat beresiko untuk dapat menderita sindrom sjognes, yakni gangguan autoimun yang dapat menyebabkan mata mengalami kekeringan, hidung, tenggorokan, mulut atau juga kulit tubuh. tentunya hal tersebut di akibatkan oleh peradangan. Umumnya penderita yang mengalami mata kering akan berkonsultasi ke dokter mata untuk mengetahui penyebab mengapa ia mengalami masalah mata, namun Dr. MandL merekomendasikan untuk anda juga harus berkonsultasi dengan Spesialis Reumathologi apabila gejala rematik tersebut belum juga menghilang.

Rasa Pegal Pada Sendi

Salah satu gejala rematik yang paling melekat dari penyakit rematik yaitu rasa sakit di bagian sendinya. Akan tetapi tidak sedikit juga  penderita yang beranggapan bahwa rasa sakit tersebut merupakan akibat dari rasa kelelahan atau osteoarthritis. Rasa nyeri ini biasanya akan berlangsung lebih dari seminggu. Tentunya dengan hal ini dapat mempengaruhi tangan, kaki dan juga lutut yang akan ikut merasakan nyeri di waktu yang bersamaan.

Kaku Dipagi Hari

Karakteristik lain dari gejala rematik adalah timbulnya rasa kaku pada bagian sendi-sendi yang terjadi di pagi hari, dan ini merupakan masalah umum yang terjadi pada penderita penyakit osteoarhritis, yang kemungkinan dapat menyebabkan rasa sakit setelah melakukan aktivitas yang lama, seperti tidur.  Yang menjadi perbedaan antara penyakit rematik dengan osteoarthritis adalah lamanya waktu rasa sakit tersebut. pada penderita penyakit rematik akan membutuhkan waktu yang lebih lama di bandingkan dengan penyakit osteoarhritis akan berkurang dalam waktu sekitar setengah ja, sementara.

Sendi Terkunci

Seseorang yang mengajala gangguan penyakit rematik biasanya akan seperti mengalami sendi terkunci, terutama di bagian lutut kaki dan siku tangan. Dengan adanya hal ini berarti terjadi karena adanya begitu banyak pembengkakan tendon di area sendir sehingga sendi tersebut tidak bisa menekuk. Dan hal inilah yang dapat menyebabkan timbulknya kista di bagian belakang lutut yang dapat membengkak dan menghambat pergerakan.

Nodul

Nodul merupakan benjolan yang tumbuh di area kulit yang dekat dengan persendian yang terkena rematik, biasanya hal tersebut sering muncul di belakang siku tangan manusia. Pada penderita rematik dengan stadium lanjut akan beresiko membuat si penderita tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari serta kualitas hidupnya juga akan menurun.

Penyebab Penyakit Rematik

Banyak orang yang mengatakan bahwa penyakit rematik di sebabkan oleh sering malakukan mandi pada malam hari, sering terkena AC atau juga di akibatkan oleh cuaca dingin. Namun faktanya mandi pada malam hari dapat menyebabkan rematik hanyalah mitos masyarakat. Mengapa? Karena penyakit rematik itu sendiri merupakan penyakit yang masih di bagi lagi dalam beberapa kategori. Nah berikut ini ada beberapa penyebab penyakit rematik.

Penyebab penyakit rematik adalah turunnya sistem kekebalan tubuh sehingga bakteri yang menjadi penyebab radang sendi akan menyerang, kemudian gangguan metabolisme tubuh serta beberapa faktor penyebab rematik lainnya seperti pengapuran tulang yang di akibatkan oleh penuaan. Beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan rematik yang lain adalah tubuh seringa mengalami kekurangan cairan, salah posisi sendi ketika beraktifitas, mengalami trauma yang menimpa sendi, kegemukan atau obesitas, diet yang terlalu ketat, stress, pola makan yang tidak seimbang dan juga sering mengkonsumsi alkohol.

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Rematik dan pencegahannya

Gejala Penyakit Rematik dan Pencegahannya – Peradangan yang terjadi pada salah satu sendi atau lebih yang terdapat di dalam tubuh lebih dikenal dengan arthritis. Pada arthritis juga lebih dikenal dengan rematik. Rematik adalah istilah yang dikenal untuk menggambarkan setiap jenis rasa nyeri atau rasa sakit yang bisa mempengaruhi tulang, otot, dan juga sendi. Sedangkan rematik sendiri adalah istilah uang digunakan untuk menandakan penyakit yang tidak dapat dijelaskan oleh penyakit muskuloskeletal atau arthritis.

Gejala Penyakit Rematik

Gejala Penyakit Rematik

Pada umumnya gejala rematik dibagi menjadi dua, yaitu gejala  rematik  arthritis dan gejala rematik palindromic. Dan kedua gejala ini memiliki tanda-tanda yang berbeda. Berikut penjelasan tentang gejala penyakit rematik.

Gejala Rematik Arthritis

Gejala rematik tergantung juga pada jenis arthritis atau sering disebut dengan rematik yang dapat mempengaruhi seseorang. Pada umumnya gejala rematik lebih mirip dengan osteoarthritis. Namun hal yang membedakannya adalah pada osteoarthritis terjadi keausan sendi dan juga ligamen yang dapat menimbulkan rasa sakit. Sedangkan pada rematik arthritis sendiri, hal tersebut dapat terjadi karena peradangan pada lapisan sendi yang dapat menyebabkan rasa nyeri.

  • Tanda-tanda Rematik  Arthritis
  • Bengkak pada satu atau beberapa sendi pada tubuh
  • Terjadinya kekakuan disekitar sendi
  • Timbulnya rasa sakit secara terus-menerus dan hangat jika disentuh
  • Mengalami kesulitan untuk bergerak dengan tiba-tiba

Gejala Rematik Palindromic

Gejala rematik ini dikenal dengan sindrom hench. Rematik ini adalah jenis penyakit autoimun kronis dan juga merupakan bagian dari jenis rematik arthritis. Hal tersebut dapat menyebabkan rasa sakit pada si penderita dan juga berisiko menjadi cacat. Pada jenis rematik ini tidak ada penyebab umum dan penyakit ini dapat terjadi pada pria dan wanita sekitar usia 20 hingga 50 tahun.

Tanda-tanda Rematik

  1. Seringkali terlihat pada sendi pergelangan tangan, siku dan juga lutut.
  2. Pada rematik jenis ini sering disebut sering mempengaruhi satu sisi tubuh pada suatu waktu.
  3. Rematik palindromic adalah penyakit autoimun, sehingga akan ada banyak gejala yang berbeda-beda dai satu orang ke orang lain.
  4. Terjadinya kerusakan secara permanen pada sendi yang terkena rematik arthritis. Namun di lain sisi, sendi akan kembali normal pada rematik palindromic.

Gejala Rematik Muskular

Gejala penyakit rematik muskular adalah gejala yang terjadi peradangan dari jaringan fibrosa. Hal ini tentunya juga dikenal dengan istilah fibromyalgia.

Tanda-tanda Rematik

  • Rematik akut yang ditandai dengan terjadinya demam serta denyut nadi yang lebih cepat.
  • Rasa nyeri yang konstan terdapat pada bagian yang terasa sakit.
  • Akan mengalami rasa sakit yang sangat hebat tanpa kerusakan permanen.
  • Dapat terjadi pembengkakan di bagian liver.
  • Selain itu juga dapat ditandai dengan nyeri kronis serta kekakuan pada otot yang mengalami.
  • Rasa sakit tersebut akan semakin memburuk jika terdapat gerakan-gerakan dari otot.

Gejala Rematik Jaringan

Gejala penyakit rematik jaringan pada umumnya akan terasa sakit dan peradangan pada otot, tendon, serta ligamen atau daerah di luar sendi tersebut dengan jenis rematik jaringan lunak. Kedua bentuk jaringan lunak merupakan sindrom bursitis dan tendinitis.

Berikut Gejala Penyakit Rematik Jaringan Lunak.

  • Bursitis meliputi rasa nyeri, hangat dan juga bengkak disekitar permukaan tubuh.
  • Eritema dan juga nyeri pada saat mendapat tekanan
  • Gejala meliputi rasa nyeri apabila ada gerakan terutama pada saat gerakan dengan arah berlawanan
  • Sakit yang parah di malam hari

Selain gejala penyakit rematik tersebut diatas, terdapat beberapa gejalan tertentu yang pada umumnya sering dialami oleh penderitas seperti di bawah ini :

Kesemutan atau Mati Rasa

Salah satu gejala penyakit reumatik yang paling umum dijumpai adalah carpal tunnel syndrome, gejala ini  ditandai dengan adanya rasa mati atau kesemutan pada area pergelangan kaki dan pergelangan tangan. Adanya rasa  pada tangan dan juga kaki yang terjadi dikarenakan adanya pembengkakan di bagian lengan. Dan rasa nyeri itu sendiri bisa menjadi  lebih buruk terjadi pada malam hari, ada baiknya jika anda melakukan pengompresan pada tangan atau kaki yang mengalami cedera.

Cedera

Biasanya  kebanyakan orang akan  mengganggap bahwa cedera seperti terkilir pada bagian kaki dan tangan  bukan sebagai hal yang serius. Padahal cedera ini juga dapat  dikatakan sebagai gejala penyakit rematik. Ada sebuah penelitian mengungkapkan hal ini sering terjadi pada orang-orang yang masih berusia muda.

Kaku di Pagi Hari

Tanda lain dari penyakit rematik adalah adanya rasa kaku pada sendi di pagi hari hari. Hal ini juga merupakan masalah umum yang sering dialami oelh penderita osteoarthritis, yang dapat menyebabkan rasa sakit seterlah beraktifitas lama, contohnye seperti tidur malam.

Ada yang perlu anda ketahui antara osteoarthritis dengan rematik adalah lamanya waktu dari rasa sakit tersebut. Pada osteoarthritis pada umumnya berkurang dalam waktu sekitar setengah jam, namun pada penderita rematik biasanya akan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , | Leave a comment

Gejala Rematik Artritis Rematoid dan Pengobatannya

Arthritis rematoid tergolong penyakit autoimun yang progresif dan sistemik karena bisa mmepengaruhi organ tubuh lain. “ Ketua Indonesian Rheumatology Association (IRA) Prof. Dr. dr. Handono Kalim, SpPD KR dalam seminar media tentang arhritis rematoid. Pada arthritis rematoid dokter spesialis penyakit dalam ini menjelaskan gejala seperti mengalami peradangan, merah dan rasa nyeri dari sendi tangan dan kaki, disertai dengan gejala-gejala sistemik seperti kelelahan, anemia, depresi.

artritis-rematoidPeradangan ini menyebabkan nyeri sendi, kekakuan dan pembengkakan yang menyebabkan hilangnya fungsi sendi karena kerusakannya tulang dan tulang rawan yang berujung pada kecacatan progresif. Prof. Handono menuturkan, seringkali meraka tidak mengetahui penyakitnya. Umumnya, pasien menganggap sebagai radang sendi biasa, atau dikira penyakit rematik biasa-jenis penyakit rematik banyak ragamnya, arthritis rematoid merupakan jenis penyaki rematik yang “unggul” dan berbahaya. Keterlambatan juga disebabkan karena pasien tak mendapat diagnosis yang tepat. Meski belum ada angka spesifiknya, namun menurut Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Ekowati Rahajeng, diperkirakan 30% masyaraka mengidap penyakit ini.

“Dari jumlah itu hanya 14% yang didiagnosis mengidap penyakit arthritis rematoid. Ini disebabkan oleh banyak orang menganggap arthritis rematoid sebagai nyeri sendi biasa, sehingga mereka tidak mencari pengobatan yang tepat.

Dampak Arthritis Rematoid

Penyakit ini baiknya tidak dibiarkan, karena akan merusak sendi yang menimbulkan nyeri hebat. Ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga tidak lagi mampu melakukan pekerjaannya.

Jika dibiarkan tentu saja bisa mempengaruhi kondisi psikologis. Perasaan stress dan depresi dapat muncul, pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas hidup. Keluarga penderita juga terkena imbas, hidup penderita bergantung pada keluarga, termasuk biaya pengobatan.

Dengan demikian dalam mengobati penyakit ini, tidak hanya dari segi fisik, melainkan juga harus memperhatikan segi psikologis, sosial dan tentu saja faktor keuangan.

Penanaganan Arthritis Rematoid

Menurut Prof. Handono, anemia dan penyakit jantung adalah dua diantara komplikasi sistemik yang umum mempengaruhi penderita arthritis rematoid. “ 30%  pasien penyakit arthritis rematoid menderita anemia yang dapat mengalami kelelahan dan fatigue. Selain kekakuan sepanjang hari dan rasa sakit, kelelahan sehari-hari adalah masalah yang paling umum terjadi pada penderita penyakit arthritis rematoid.

Untuk mengatasi arthritis rematoid, ada beberapa jenis obat yang diberikan. Beberapa hanya menangani tanda dan gejalanya yang lain bertujuan unutk memodifikasi perjalanan penyakit dan dampak negati dari efek sistemik arthritis rematoid, seperti kelelahan dan anemia. Pengobatan saat ini antara lain :

1. Obat biologis

Ini adalah obat rekayas genetika yang mentargetkan penanda permukaan sel tertentu atau substansi di pengantar sistem kekebalan tubuh yang disebut sitokin yag diproduksi sel untuk mengatur sel-sel lain selama respon inflamasi. Contoh sitokin spesifik yang menjadi target obat biologis adalah IL-6

2. Desease Modifying Anti Drug (DMARDs)

Ini adalah obat imunosupresif tidak spesifik yang dimaksudkan unutk memerangi tanda-tanda dan gejala arthritis rematoid dan memperlambat kerusakan sendi yang progresif. Pengobatan ini sering digunakan dalam kombinasi satu sama lain atau dalam kombinasi dengan agen biologi untuk meningkatkan respon pasien.

3. Kortikosteroid

Ini adalah obat anti inflamasi yang berhubungan dengan cortisolsteroid yang diproduksi secara alami di dalam tubuh yang bekerja untuk memerangi peradangan. Namun, efek samping penggunaan glukokortikoid yang meliputi hiperglikemia, osteoporosis, hipertensi, berat badan, katarak, masalah tidur, kehilangan otot, dan kerentanan terhadap infeksi, membatasi penggunaannya.

4. Obat anti-inflamasi anti steroid (NSAID)

Ini mengelola tanda-tanda dan gejala arthritis rematoid, seperti mengurangi rasa sakit, bengkak, dan peradangan tetapi tidak mengubah perjalanan perburukan penyakit atau memperlambat perkembangan dari kerusakan sendi.

 

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Rematik Dan Asam Urat

Gejala rematik dan asam urat dapat diatasi sejak awal, ketika gejala baru terasa. Setiap orang dapat dengan mudah mendeteksi gejala tersebut. Gejala yang umum terasa adalah nyeri di persendian baik akibat trauma maupun bukan, kaki menjadi sangat sakit terkilir, bahkan mudah nyeri dan panas. Tindakan awal yang dapat dilakukan secara tepat dan tepat adalah mengompres bagian tubuh yang sakit dengan air es.

Biasanya, gejala rematik dan asam urat adalah nyeri dan kaku s endi munvul pada pagi hari ketika bangun tidur atau awal beristirahat. Rasa sakit akan berkurang jika bagian yang kaku tersebut digerak-gerakkan. Rasa sakit ini sebenarnya disebabkan adanya desakan suatu cairan di sekitar jaringan yang meradang, seperti kapsul sendi, sinovia, dan bursa. Tindakan awal untuk mengatasinyaadalah mengompres bagian yang sakit dengan jahe merah hangat. Selain itu, bisa juga melakukan gerakan-gerakan tertentu, seperti menggoyangkan-goyangkan badan atau bagian tubuh yang sakit. Cara ini terbukti mampu mengurangi rasa sakit di persendian.

rematik

Khusus untuk rematik dan asam urat tinggi dapat dilakukan dengan tindakan preventif melalui pencernaan makan yang baik. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung purin yang rendah. Alasannya, purin yang berlebih dapat memacu terbentuknya asam urat yang berlebih. Selain itu, penderita asam urat dianjurkan untuk melakukan olahraga secara teratur dan menerapkan pola hidup yang teratur. Ketiga tindakan ini terbukti sebagai cara terbaik untuk mengatasi bahkan menghindari serangan asam urat tinggi.

Secara umum, rematik dan asam urat dapat diatasi dengan lima jenis obat kimia. Setiap obat memiliki fungsi sebagai berikut :

  1. Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) berfungsi untuk mengatasi nyeri sendi akibat proses peradangan.
  2. Obat kortikosteroid berfungsi sebagai antiradang dan menekan reaksi imun. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau suntikan dibagian sendi yang sakit.
  3. Obat pengubah perjalanan penyakit artritis reumatoid yang harus diberikan sesegara mungkin setelah seseorang divonis menderita rematik. Biasanya obat ini dapat diberikan secara tunggal atau dikombinasikan dengan obat jenis lain.
  4. Obat imunorepresif berfungsi untuk menekan reaksi imun. Obat ini jarang digunakan karena efek sampingnya cukup berat yaitu dapat menimbulkan penyakit kanker dan bersifat racun bagi ginjal dan hati.
  5. Suplemen antioksidan yang diperoleh dari asupan vitamin dan mineral yang berkhasiat untuk mengobati rematik. Asupan vitamin dan mineral yang berkhasiat untuk mengobati rematik. Asupan vitamin dan mineral dapat diperoleh dengan mengonsumsi buah atau sayuran segar yang berwarna hijau atau orange, seperti wortel.
Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Rematik Jantung

Penyakit pada jantung yang dibahas di sini hanya dua macam penyakit, yaitu (1) penyakit jantung rematik dan (2) angina pectoris ialah nyeri yang menekan di sekitar jantung dan di bawah tulang dada di mana rasa nyeri tersebut dapat meluas sampai ke pundak dan lengan kiri.

Gejala utama penyakit jantung rematik ialah terjadinya debar jantung (palpitation), kecemasan (anxiety) dan sesak napas (dyspnea). Pada saat penyakit ini muncul akan mempengaruhi pula fungsi organ-rogan dalam yang lain.

Gambar 1: Penyakit rematik jantung

Angina pectoris disebabkan gangguan terhadap nadi jantung, dinding jantung, atau katup aorta jantung. Orang yang mengalami penyakit ini merasa takut dan resah seolah-olah ajal sudah dekat, wajah menjadi merah padam, denyut nadi menjadi cepat, dan tekanan darah pun naik.

Meskipun gejala yang muncul pada kedua penyakit jantung tersebut berbeda, titik-titik manpaun metode dalam menangani penyakit keduanya sama maka penanganannya pun sama.

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Rematik

Setiap orang dapat dengan mudah mendeteksi gejala rematik, dari nyeri di persendian akibat trauma atau bukan, kaki menjadi sakit jika terkilir, bahkan mudah nyeri dan panas. Tindakan paling pertama yang dapat dilakukan jika muncul gejala seperti ini adalah mengompres bagian tubuh yang sakit menggunakan es. Jika saat bangun tidur pada pagi hari gejala tersebut baru muncul, tindakan paling awal yang bisa dilakukan adalah mengompres bagian yang sakit dengan jahe hangat atau minyak gosok. Bisa pula cukup dengan melakukan gerakan-gerakan tertentu, seperti menggoyang-goyangkan badan atau bagian tubuh yang sakit tersebut.

Lain hal nya dengan rematik karena peningkatan kadar asam urat dalam darah (penyakit asam urat), tindakan paling awal yang wajib dilakukan adalah melakukan perencanaan makan yang baik, yakni makanan yang dikonsumsi harus rendah purin. Selain itu, mengupayakan untuk selalu berolahraga dan menerapkan pola hidup yang teratur.

Terapi medis untuk mengatasi penyakit rematik dan asam urat biasanya menggunakan lima jenis obat yang masing-masing memiliki fungsi berbeda :

1. Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) yang berfungsi untuk mengatasi nyeri sendi akibat proses peradangan

2. Obat kortikosteroid yang berfungsi sebagai antiradang dan menekan reaksi imun. Obat ini dapat diberikan dalam bentuk tablet atau disuntikkan di bagian sendi yang sakit

3. Obat pengubah perjalanan penyakit artritis reumatoid yang harus diberikan sesegera mungkin setelah seseorang divonis menderita rematik. Biasanya obat ini diberikan secara tunggal atau bisa juga dikombinasikan dengan jenis obat-obatan lainnya

4. Obat imunorepresif yang berfungsi menekan reaksi imun. Obat jenis ini jarang digunakan karena efek sampingnya yang cukup berat, yakni bisa menimbulkan penyakit kanker dan bersifat racun bagi ginjal dan hati

5. Suplemen antioksidan yang diperoleh dari asupan vitamin dan mineral yang berkhasiat untuk mengobati rematik. Bisa diperoleh dengan mengonsumsi buah atau sayuran segar berwarna hijau atau oranye.

Selain dengan obat-obatan tersebut, terapi medis untuk mengatasi rematik dan asam urat bisa juga melalui program rehabilitasi yang berfungsi mengembalikan kemampuan penderita seperti semula, sehingga bisa menjalankan kehidupan sehari-harinya dengan lancar

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tanda Dan Gejala Rematik

Rematik sering disebut dengan rheumatismos, rheumatism, reumatik, atau rematik, yang secara sederhana bisa diartikan sebagai kondisi kerusakan sendi akibat tidak lancarnya proses perbaikan secara terus-menerus dalam sendi tersebut. Keadaan tersebut akan semakin parah dengan hadirnya cairan yang dianggap jahat (mukus) yang mengalir dari otak sendi dan struktur lain di dalam tubuh. Karenanya, para ahli kedokteran memasukkan penyakit ini dalam kelompok penyakit pada sendi atau reumatologi. Dalam istilah kedokteran, rematik lebih sering disebut dengan keadaan yang selain disertai rasa nyeri dan kaku pada sistem tulang otot (muskuloskeletal) dan terjadi nya penyakit pada jaringan ikat (connective tisue). Bisa juga dikatakan sebagai penyakit yang menyerang sendi, otot, dan jaringan tubuh.

Gejala penyakit ini tidak hanya satu macam, tetapi bisa bermacam-macam, di antaranya :

– Nyeri sendi akibat mekanis, inflamasi, dan peradangan
– Kaku pada sendi akibat desakan suatu cairan di sekitar jaringan tubuh yang sedang mengalami peradangan
– Bengkak pada sendi yang sering ditandai dengan memerahnya kulit
– Gangguan fungsi sendi akibat sendi yang meradang
– Sendi tidak stabil karena trauma atau radang di bagian ligamen atau kapsul sendi
– Sendi berbunyi saat digerakkan
– Pengecilan otot atau atrofi yang pada akhirnya bisa menyebabkan fungsi sendi terganggu.
– Timbulnya tofi atau benjolan kecil di jaringan bawah kulit
– Perubahan fisik di bagian jari dan kuku
– Kelainan di bagian selaput lendir
– Fungsi penglihatan terganggu
– Mudah menangis
– Susah buang air besar
– Murung
– Gerakan tubuhnya menjadi lamban
– Aktivitas seksual suami-istri yang terganggu.

Mendiagnosis gejala tersebut secara mendalam bisa dilakukan dengan cara memeriksa dan meneliti fisik orang yang diduga menderita, yakni dengan memeriksa :

– Kulit dan kuku
– Tulang punggug dan lengkungan-lengkungan
– Gerakan setiap persendian
– Bagian siku, punggung tangan, tumit belakang, dan bagian sacrum (tulang duduk) tubuh

Agar lebih pasti, jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut segeralah memeriksakan tubuh ke laboratorium. Di tempat ini biasanya akan dilakukan analisis faktor reumatoid, antibodi antinuklear (ANA), dan asam urat rendah. Saat ini, selain dari kepastian laboratorium, kedokteran juga telah menemukan cara anallisis baru untuk mendeteksi penyakit rematik, yaitu melalui diagnosis radiologik dan cairan sendi dengan alat yang serba canggih.

Posted in Gejala Rematik | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment